Bawaslu, Situng KPU Tetap Dilanjutkan

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA--Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) berencana menggelar aksi Ifthor Akbar 212 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat..

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin, di Jakarta, Kamis (16/5) mengatakan aksi selama dua hari, pada 21 dan 22 Mei di KPU untuk menuntut lembaga itu menghentikan pengumuman hasil Pemilu karena Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan KPU telah melakukan kekeliruan.

“Tuntutan agar KPU stop mengumumkan hasil penghitungannya yang diduga telah melakukan kecurangan tersistem,” ujar Novel.

Sementara itu, dalam persidangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis,(16/5) memutuskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melanggar tata cara dan prosedur tahapan Pemilu 2019, yakni tidak membuat pengumuman kepada publik terkait lembaga hitung cepat yang ikut berpartisipasi. 

”Dalam proses persidangan Bawaslu menemukan fakta KPU tidak melakukan tata cara dan mekanisme secara benar sesuai  UU No.7 Pasal 494 dan PKPU No.10 tahun 2018,” kata Fritz Edward Siregar, anggota Bawaslu, usai persidangan  atas laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, terkait lembaga hitung cepat atau quick count.

Fritz Edward Siregar juga mengatakan, Bawaslu tidak dapat mengabulkan permintaan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk menghentikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) karena  Situng sarana informasi dan transparansi yang dilaksanakan KPU sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai proses penghitungan suara.

”Situng tetap dilanjutkan dan meminta KPU untuk melakukan perbaikan terhadap proses input data dan verifikasi agar hasilnya dapat tervalidasi," ujar anggota Bawaslu Pusat. (hy)

  • Whatsapp

Index Berita